| Jalan Rusak, Bupati Gerah |
| Ditulis oleh Yudie | |||
|
MUAROJAMBI - Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir mulai gerah dengan melihat truk-truk bertonase tinggi yang melintasi Kabupaten Muarojambi. Ini terutama di Desa Sembubuk hingga Desa Simpang Limo, Kecamatan Jaluko, yang mengalami kerusakan jalan yang cukup serius. “Sebenarnya itu tidak boleh terjadi, dan nampaknya perlu ditegaskan lagi aturan kepada sopir truk,” tegasnya, Jumat (20/4) lalu. Sementara, dari keterangan warga Desa Simpang Limo, diketahui jika kendaraan bertonase tinggi tersebut kerap melintasi desa mereka pada malam hari. Hal ini dilakukan para sopir truk tersebut agar dapat menghindari pengawasan dari Dinas Perhubungan. Sehingga mereka bisa sampai tujuan tanpa mendapatkan pemeriksaan. “Mobil-mobil ini lewat malam hari, nanti siangnya pas sudah kosong baru balik,” ujar Edi, warga Desa Simpang Limo. Dari pantauan Jambi Independent, kawasan jalan dari Desa Sembubuk hingga Desa Sarang Burung memang dalam kondisi yang rusak. Banyak lubang-lubang aspal yang mengiasi sepanjang jalan, terutama didesa sarang burung. Namun, Bupati Burhanuddin Mahir menambahkan, jalan tersebut semestinya hanya bisa dilalui kendaraan dengan tonase 8 hingga 10 ton, hal ini terkait jalan tersebut merupakan tipe B atau jalan kabupaten. Tetapi sayangnya, jalan tersebut dilalui kendaran pengangkut kayu yang tonasenya hingga belasan ton bahkan lebih. Karena rendahnya pengawasan Dinas Perhubungan di kawasan tersebut, bupati meminta agar Dinas Perhubungan lebih menggiatkan lagi pengawasan. Selain itu, instansi terkait seperti polisi dan juga masyarakat diminta untuk turut membantu dalam pengawasan. Sehingga kendaraan bertonase berat yang berpotensi merusak jalan tidak sembarang melintas. “Jika kondisi jalan rusak, maka akan sulit sekali untuk dilakukan perbaikan. Ini melihat dari kondisi wilayah Muarojambi yang begitu luas sekali,” ujar bupati. Sebab pembangunan dilakukan secara bertahap dan dengan skala prioritas. Sehingga tentunya, wilayah yang belum lama di perbaiki harus menunggu antrean untuk diperbaiki lagi. Selain itu, para pengemudi truk, juga tidak sembarang memuat barang bawaan hingga melebihi tonase. Para sopir diharapkan dapat melihat kekuatan jalan dan melewatinya secara bijaksana atau tak melebihi tonase.
Sumber : Jambi Independent Tanggal Publikasi 24 April 2012
|